iklan space 728x90px

ADHD: Bahaya Bila Tak Diobati pada Anak


Tidak sedikit diantaranya masyarakat yang menganggap bahwa ADHD adalah kondisi yang biasa dan wajar terjadi pada anak-anak, padahal sebenarnya ADHD ini merupakan bagian dari gangguan mental yang tidak dapat disepelekan, karena bisa terbawa hingga pengidapnya beranjak usia dewasa, jika tidak mendapatkan penanganan secara tepat. Termasuk diantaranya adalah mengganggu tumbuh kembang anak.

Mengenal Tentang Penyakit ADHD 

ADHD adalah sebuah kondisi gangguan mental yang umum dialami oleh anak-anak, dikenal juga sebagai gangguan perkembangan neurologis, ditandai oleh beberapa gejala seperti ketidakmampuan dalam mengelola pikiran, emosi dan tindakannya. Jika ADHD ini tidak mendapatkan penanganan serius maka bisa menyebabkan anak-anak mengalami banyak kesulitan. contohnya adalah kesulitan mengelola emosional, berhubungan dengan kognitif sampai dengan mengganggu hubungan sosial.

Bahaya ADHD 

Jika buah hati terkena ADHD Jangan dibiarkan begitu saja, karena masalah mental ini memicu berbagai macam komplikasi, termasuk diantaranya adalah:

  • Gangguan mental, penderita ADHD punya potensi yang besar untuk mengalami masalah mental seperti diantaranya adalah depresi. Hal tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari gangguan kejiwaan yang jika tidak diatasi membuat penderita akan menarik diri dari lingkungan sosial serta berdampak pada hubungan dengan berdampak pada hubungan dengan keluarga.
  • Gangguan suasana hati, tidak sedikit diantaranya orang dewasa yang juga menderita ADHD, mengalami gangguan bipolar dan perubahan suasana hati secara tiba-tiba. Kondisi frustasi ini bisa sering berulang dan juga memperburuk depresi.
  • Gangguan kecemasan, pada penderita ADHD umumnya juga beresiko lebih tinggi untuk memiliki gangguan kejiwaan lain, contohnya adalah mengalami gangguan kepribadian yang bisa saja berdampak pada kehidupan sosialnya, kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain atau menarik diri dari lingkungan pertemanan.
  • Gangguan belajar, pada anak-anak yang menderita ADHD umumnya juga berdampak pada akademis, karena kesulitan dalam belajar jadi memiliki nilai yang lebih rendah, di akademis, sulit untuk bisa memahami serta berkomunikasi seperti anak-anak normal pada umumnya. Jadi Hal ini menyebabkannya tidak bisa mengikuti pelajaran sesuai dengan tingkat usia.
  • Adanya pikiran bunuh diri, Tingginya angka bunuh diri saat ini juga dipicu karena ADHD, di mana penderita ADHD ini lebih sering memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya sendiri yaitu dengan bunuh diri, jika tidak mendapatkan pendampingan secara tepat maka risiko bunuh diri ini menjadi semakin meningkat.
  • Risiko penyalahgunaan obat-obatan terlarang, banyak kasus pemakaian obat-obatan terlarang atau NAPZA yang dipicu oleh ADHD. Karena menganggap bahwa pemakaian obat-obatan terlarang ini bisa menenangkan diri dan melupakan masalah yang dialami.
  • Risiko Penyakit yang berhubungan dengan fisik, gangguan mental atau masalah pada psikologis dampaknya sangat besar terhadap kesehatan fisik, karena otak atau pikiran yang mengatur berbagai hal dalam tubuh.


Cara Mengobati ADHD 

Jangan khawatir karena ada beberapa cara untuk mengobati ADHD, ADHD adalah kondisi mental yang bisa diterapi bahkan dihilangkan, diantaranya adalah dengan langkah-langkah berikut ini, yaitu:

  • Pemakaian obat-obatan, cara pertama adalah menggunakan obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter, umumnya dokter akan meresepkan obat methylphenidate, obat ini berguna untuk mengubah senyawa kimia pada otak menjadi lebih seimbang, jadi gejalanya akan berkurang aman digunakan oleh anak-anak, namun sesuai dengan pendampingan dari dokter.
  • Psikoterapi, jenis pengobatan selanjutnya adalah psikoterapi, tidak hanya berfungsi untuk mengobati ADHD saja, melainkan psikoterapi juga dapat mengatasi masalah kejiwaan lain yang bisa saja muncul akibat ADHD. Contohnya adalah depresi.
  • Terapi perilaku kognitif, terapi lain yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan untuk pengobatan ADHD yaitu kognitif behavior terapi, tujuan utama dari terapi ini adalah membantu pengidapnya untuk mengubah perilaku dan pola pikir, ketika sedang berada pada kondisi atau permasalahan tertentu, jadi bisa tetap berpikir secara rasional.
  • Terapi psikoedukasi, bisa juga dengan terapi psiko edukasi, nantinya psikiater akan mengajak pengidap ADHD untuk bercerita, kesulitan atau masalah apa yang sedang dihadapi saat ini dan berharap bisa mendapatkan solusi terbaik untuk mengatasi gejala tersebut.
  • Terapi interaksi sosial, jika gejala yang dialami berhubungan dengan kesulitan untuk berinteraksi sosial, Maka dapat ditangani menggunakan terapi ini. Umumnya pelatih dan melakukan tindakan-tindakan yang nantinya akan mengubah perilaku anak, terkait dengan bagaimana cara untuk berinteraksi dengan orang lain.
  • Gaya hidup serta pengobatan rumahan, langkah penanganan lain adalah dengan menerapkan gaya hidup serta pengobatan rumahan yang bisa efektif tentunya bantuan dari keluarga juga akan sangat bermanfaat untuk mengatasi kondisinya.

ADHD adalah gangguan yang dapat dibawa hingga dewasa ketika tidak segera diobati. Pakai asuransi dari Allianz untuk mendapatkan manfaat pengobatan terhadap penyakit ini. Bebas dalam memiliki manfaat perlindungan atau proteksi sesuai dengan kebutuhan, termasuk diantaranya yang mengcover pengobatan penyakit mental atau gangguan jiwa.

 

Maman Malmsteen
Maman Malmsteen Aktif menulis sejak tahun 1986 di media massa. Menjadi announcer di Radio Fantasy 93,1 FM sejak tahun 1999. Menjadi Blogger sejak tahun 2010. Sekarang aktif sebagai Content Writer untuk beberapa Blog/Website.

Posting Komentar untuk "ADHD: Bahaya Bila Tak Diobati pada Anak"

Follow Berita/Artikel Jendela Informasi di Google News